Pages

Subscribe:

Selasa, 22 Januari 2013

ABSTRAK & DAFTAR PUSTAKA


Pengertian Abstrak :
Abstrak adalah bagian yang menjelaskan pokok masalah secara singkat dalam pembahasan suatu karya ilmiah. Dalam sebuah abstrak, umumnya juga diterakan kata kunci dari karya ilmiah yang ditulis tersebut.

Tujuan Abstrak :
Tujuan Abstrak adalah untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah. Selain itu, abstrak juga bermanfaat untuk menghindari terjadinya duplikasi dalam sebuah penelitian.

Contoh Abstrak :

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul "Peran Komunikasi Antar Pribadi Orang Tua Terhadap Anak Dalam Membentuk Perilaku Positif di Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yaitu memusatkan diri secara intensif terhadap suatu objek tertentu dengan mempelajari sebagai suatu kasus. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif yang merupakan pengukuran dengan menggunakan data nominal yang menyangkut klasifikasi atau kategorisasi sejumlah variabel ke dalam sub kelas nominal.
Melalui pendekatan kualitatif, data yang diperoleh dari lapangan diambil kesimpulan yang bersifat khusus kepada yang bersifat umum. Subjek penelitian adalah orang tua dan anaknya yang berusia sekitar 6012 tahun di Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara orang tua dan anaknya di Kelurahan Karang Berombak sangat berperan dalam hal membentuk perilaku positif sejak dini kepada sang anak. Komunikasi yang senantiasa dilakukan orang tua baik itu verbal dan nonverbal dapat membuat anak untuk berperilaku positif terutama perilaku mandiri, percaya diri, dan keterbukaan.
Kemandirian ini ditandai dengan mampunya anak untuk mengerjakan sesuatu hal sendiri yang berhubungan dengan kegiatannya sehari-hari. Percaya diri sudah dapat ditunjukkan dengan perilaku sang anak yang mampu berbaur dengan lingkungannya secara baik, dan keterbukaan yang paling menonjol ditandai dengan perilaku anak yang gemar bercerita tentang kegiatannya dan apa yang dialaminya seharian kepada orang tuanya. 
Orang tua menggunakan cara mereka masing-masing untuk mendidik dan mengasuh anak mereka. Untuk dapat menanamkan perilaku positif pada diri sang anak dibutuhkan komunikasi antar pribadi yang efektif dan berlangsung dua arah artinya anak menegeti apa yang diinginkan oleh orang tua dan sebaliknya orang tua berusaha untuk memahami anak mereka agar terjalin komunikasi yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan.

Pengertian Daftar Pustaka :
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai hubungan dengan sebuah karya ilmiah.
Tujuan Daftar Pustaka : Sebuah daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah, harian itu secara keseluruhan. Tujuannya adalah agar pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dapat mencarinya dengan bantuan daftar pustaka.
Contoh Daftar Pustaka :

a.   Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.
b. Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New  York: Henry Holt and Company, Inc.,1958
c. Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964
d. Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.

KUTIPAN



1.   Pengertian Kutipan
Kutipan adalah peminjaman kalimat atau pendapat seseorang yang diambil dari buku, majalah, artikel, ensiklopedia, maupun penuturan secara langsung. Kutipan diambil untuk memperkuat materi tulisan yang sedang penulis jelaskan.
2.   Manfaat Kutipan
a. Untuk menegaskan isi tulisan.
b. Untuk membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis.
c. Untuk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagai milik sendiri.
d. Untuk meningkatkan estetika penulisan.
e. Untuk mencegah pengulangan data pustaka.
3.   Membuat Kutipan
Membuat kutipan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu mengutip secara langsung dan tidak langsung. Berikut adalah penjelasannya :

a. 
Kutipan Langsung :
Kutipan langsung adalah pengambilan bagian tertentu dari tulisan orang lain tanpa melakukan perubahan ke dalam tulisan kita. Syarat kutipan langsung adalah sebagai berikut :
·         Dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan.
Dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.


·         Contoh : 
“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38)

b.
 Kutipan Tidak Langsung :
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang menuliskan kembali dengan kata-kata sendiri. Kutipan ini dapat dibuat panjang atau pendek dengan cara mengintegrasikan dalam teks, tidak diapit dengan kata kutip dan menyebutkan sumbernya sesuai dengan teknik notasi yang dijadikan pedoman dalam menulis karya ilmiah. Syarat kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut :
·         Membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain.
·         Menyusun bagan data orang lain.
·         Menyadur pendapat orang lain.

Contoh :
Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).



COVER PENULISAN ILMIAH


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCp1W1TKSVyK6hQSNdJDDuBupFfPVTVPsAHuLXSSfBXwmRVzy0GDRM3S9VD7gxEUwJNPbmc_IBLW_QdFtEDZ50G6St5fQ-b3O21yc3aJF2WlxLs6TPNagorRCexzWUEP2q_cC5XevrFMA/s320/logo_gunadarma+(1).png


PERANCANGAN APLIKASI UNTUK MEMBANTU PENGIDAP DYSLEXIA MEMBACA DENGAN VB 2010

NAMA                 :  Muhammad Fajri
NPM                    :  14110690
JURUSAN           :  Sistem Informasi
PEMBIMBING  : 

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Setara Sarjana Muda


Universitas Gunadarma 
2013 

Senin, 17 Desember 2012

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah


Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

1. Pemilihan Topik
Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.


2. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
- Menampilkan informasi latar belakang, 
- Menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian, 
- Memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis, 
- Menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu, 
- Menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan, 
- Membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi). 
- Memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

3. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah: 
- Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
- Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian. 
- Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
- Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
- Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.

4. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :
- Menambah struktur pengetahuan.
- Mengembangkan metode penelitian.
- Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan.
- Mengevaluasi program.
- Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.


5. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
- Penyusunan outline (kerangka karangan) secara garis besar dapat dilakukan dengan menggunakan pola alamiah dan pola logis. 
- Macam–macam outline ( kerangka karangan ) dapat berdasarkan atas : sifat rinciannya dan berdasar perumusan teksnya. 
- Syarat outline ( kerangka karangan ) yang baik adalah sebagai berikut :
a. Tesis atau pengungkapan harus jelas.
b. Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
c. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide jelas.
d. Harus menggunakan simbol yang konsisten.


6. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah
- Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.
- Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.
- Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.

ALINEA


Pengertian Alinea

Alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam 1 paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan.


Tujuan Pembentukan Alinea

1. Menyalurkan penjelsan ide-ide atau gagasan pikiran secara detail karena terdiri dari ide pokok dari penjelsan ide dan juga paragraf merupakan bagian atau petaan-petaan dalam wacana.


2. Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.

3. Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.



Syarat-syarat Pembentukan Alinea

1. Kesatuan

Untuk menjamin adanya kesatuan alinea, setiap alinea hanya berisi satu ide pokok, satu topik/masalah.

2. Kepaduan atau Koherensi
Suatu alinea dikatakan padu jika dibangun dengan kalimat-kalimat yang berhubungan logis. Hubungan pikiran-pikiran yang ada dalam alinea menghasilkan kejelasan struktur dan makna alinea. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan alinea yang satu padu, utuh, dan kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi (pengulangan) kata kunci atau sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk paralel.

3. Ketuntasan
Ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
- Klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
- Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh.

4. Konsistensi Sudut Pandang
adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.

5. Keruntutan 
adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.


Macam-Macam Alinea

- Berdasarkan Tujuannya
Alinea pembuka : Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Alinea penghubung : Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea pembuka.


Alinea penutup :  Alinea penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.


- Berdasarkan letak kalimat utama
Paragraf Deduktif
Letak kalimat utama di awal paragraf dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

Paragraf Induktif

Letak kalimat utama di akhir paragraf. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

Paragraf Campuran

Letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.




- Berdasarkan sifat isinya
Persuasif
Jika isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.

Argumentatif
Jika isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti-bukti atau alasan yang mendukung.

Naratif
Jika isi paragraf menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita.

Deskriptif
Jika isi paragraf melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa.

Ekspositoris
Jika isi paragraf memaparkan sesuatu fakta atau kejadian tertentu.


Contoh Alinea

Solid State Drive (SSD) adalah hardware penyimpanan data dengan teknologi yang paling baru, 2-3 tahun lagi menurut prediksi saya Harddisk akan tergantikan oleh Solid State Disk (SSD). Karna kecepatannya mengolah datanya jauh lebih cepat dari harddisk, Solid State Disk (SSD) mempunyai keunggulan yang membantu kinerja PC, seperti : Mempercepat booting, Cepat dalam pencarian data, Cepat dalam mentransfer data, Cepat dalam memulai aplikasi, Cepat dalam pemrosesan file, Maintenance (Error-Cheking) lebih cepat, Hemat daya(kalau laptop menghemat batre), Multitasking (seperti anda sedang transfer data yang besar sambil mengetik di word) lancar, Editing video lebih cepat, Suhu rendah,  Ringan, Tidak perlu defrag, dan sangat membantu Processor dan perangkat lainnya karna pengolahan data yang cepat.

Sumber : http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Paragraf

Sumber :http://speak-in-bahasa.blogspot.com/2010/07/jenis-jenis-paragraf-alinea.html

Kamis, 01 November 2012

Tugas Bahasa Indonesia 2




Wacana


Karaokean

Hari senin 1 mei 2012 setelah dari rumah hantu saya, Yudha, Algi, Prash, Rian, Arif, Arab, Lukman, Nanda, Irwin naik ke lantai 4, di D mall tepatnya di inul vista. Kami menunggu beberapa menit karena masi penuh tempat karaokeannya. Setelah beberapa lama kami menunggu, akhirnya kami masuk ke dalam ruang karaoke. Kami langsung memilih lagu, lagu pertama gua memilih  lagu pdkt dari j-rocks dan di akhir lagu saya mendapatkan nilai 83. Padahal saya bernyanyinya tidak terlalu bagus lalu, Arif memilih lagu firasat dari marcell suara nya bagus tapi sayang di akhir lagu ga muncul nilainya , lalu arab memilih lagu rindu-kerispatih, beberapa lagu lagi yang kami pilih bukan bang toyib-wali, dan kita-sheila on7 dan masih banyak lagi kami bernyanyi dengan suka hati. Karena habis bertakut-takut dirumah hantu. Oh iya karena sudah terlalu sore Lukman pulang duluan sebelum kami masuk ke tempat karaokeannya. Dan lagu terkhir sebelum kami keluar dan pulang adalah lagu dari kerispatih judulnya tapi bukan aku saya berduet dengan arab dan teman-teman lain.setelah lagu selesai kami pun langsung menuju parkiran dan pulang ke rumah masing-masing.


Penjelasan tentang diksi ( Pilihan kata )


Diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh seseorang.

Fungsi Diksi:
1.    Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.
2.    Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
3.    Menciptakan komunikasi yang baik dan benar.
4.    Menciptakan suasana yang tepat.
5.    Mencegah perbedaan penafsiran.
6.    Mencegah salah pemahaman.

 Macam - Macam Diksi:


1. Berdasarkan makna

- Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Makna denotatif sering disebut makna konseptual. Misalnya, kata makan yang bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah dan ditelan.

- Makna  Konotatif

Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan pada makna konotatif berarti untung atau pukul. Makna konotatif selalu berubah dari zaman ke zaman. Contoh lainnya misalnya kamar kecil dapat bermakna konotatif jamban, sedangkan makna denotative adalah kamar yang kecil.

2. Berdasarkan leksikal

- Antonimi
Antonimi adalah dua buah kata yang maknanya “dianggap” berlawanan.
Contoh:
Menang kalah adalah hal biasa dalam permainan.

- Sinonimi
Sinonimi adalah kata-kata yang memiliki makna yang sama.
Contoh:
Halus bersinonim dengan Lembut.

- Homonimi adalah dua buah kata atau lebih yang sama bentuknya tetapi maknanya berlainan.
Contoh :
Bisa ular itu bisa mematikan seseorang.


- Hiponimi
Suatu kata atau frasa yang maknanya tercakup dalam kata atau frasa lain yang lebih umum.
Contoh :
Baso, somay,,pizza adalah Hiponimi dari makanan

- Polisemi
Polisemi adalah istilah untuk penggunaan dua kata atau lebih yang memiliki bentuk yang sama namun masih memiliki hubungan makna. Polisemi berbeda dengan Homonim, Polisemi digunakan secara konotatif (kecuali kata induknya)
Contoh :
Kaki pemain Thailand itu besar sekali.
Pandangannya  ke arah kaki bukit di belakang stadion.

Rabu, 10 Oktober 2012

Tugas Bahasa Indonesia 1


Konsep Ilmiah Sebagai Alat Untuk Menyerap & Mengungkapkan Hasil Pemikiran:

Menurut saya peranan bahasa indonesia dalam konsep ilmiah adalah bahasa dapat membantu seseorang untuk mengerti apa yang di maksudkan oleh lawan bicaranya bahasa juga dapat menjadi ciri khas dari sebuah negara hingga menjadikannya sebagai sesuatu yang membanggakan bahasa indonesia juga berperan sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan hasil pemikiran kita.

Yaitu dengan memilih kalimat-kalimat atau kata-kata yang sesuai dengan aturan bahasa indonesia yang baik dan benar tidak asal memilih kata-katadan menyusun nya juga dengan tepat.karena dalam menggunakan tata bahasa yang baik dan benar dapat membantu mempermudah pendengar atau pembacan apa hasil pemikiran yang telah kita serap dan coba kita ungkapkan dalam sebuah tulisan lebih memahami dan mengerti apa inti dari hasil pemikiran yang coba kita ungkapkan.

Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum :

Sebagai alat komunikasi dan alat mengembangkan ilmu pengetahuan.
Sebagai berikut penjelasan nya :
Fungsi bahasa indonesia sebagai alat komunikasi
-          bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
-          Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
-          Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
•           Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
•           Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
•           Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
•           Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
•           Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
•           Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.


         ----FUNGSI BAHASA SEBAGAI ALAT PENGEMBANG PENGETAHUAN----
Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
         Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu bahasa Indonesia juga mempunyai empat fungsi sebagai berikut :
1. Sebagai lambang kebangsaan negara;
2. Lambang identitas negara;
3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah, antarbudaya;
4. Alat yang menyatukan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda.
         Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.
         Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.

Sumber :

·         http://vhi3y4.wordpress.com/2010/02/27/fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/
·         http://rosidahnia.blogspot.com/2012/10/fungsi-bindonesia-sebagai-alat.html